dongeng Holocaust berdendang lagi,
Apa pula agenda Livni,
Enam dekat nakbah jadi saksi,
Yahudi itu yahudi sejati
Merobek,melatah,menginjak jiwa watan palestin,
sikecil x mengerti,
luka ibu tua berdarah kembali,
Intifadha bergema meruntun hati,
menuntut hisab diri,
bertanya pada hati,
''fana dunia atau akhirat abadi?''
sesak dadaku,kelu lidahku,kusapu basah pipi,
ku soal diri ,apa benarku damba syahid?
bekal kesana catitan raqib,
Apa benarku rindu Al-khaliq?
penghulu alam nyata dan ghaib,
Nah ! renung amal suku abadmu !
solatmu di akhir waktu,
puasamu lesu di kongkong nafsu,
sedekahmu di hitung-hitung dahulu,
Belajarmu dipaksa guru.
Tahajjudmu berabad lalu,
yaRabb,sungguhku malu mengaku
aku pencintaMU,
Malam ini gaza menangis lagi
buat kesekian kali,
kala wahan beraja dihati,
kala Al-quran peneman simati,
Tegak al-quds,tegar menanti
Yakinmu pada tibanya hari bangkit,
bangkit mereka muslim sejati,
pewaris penjejak nabi,
Pengganti tentera Salahuddin al-ayyubi,
Nun disudut kecil kota berdarah,
sang ibu berbisik gundah,
Tidurlah mujahid kecilku,
kerikil saksi perjuanganmu,
Moga kau tenang disitu,
Menyulam rindu janji Tuhanmu"
#cp#
No comments :
Post a Comment
BOLEH PUJI DAN KUTUK... MUAHAHA